Banda Aceh, apa sih yan terbesit pertama kali ketika mendengar Aceh? Pasti Tsunami kan? Ya, aku juga sama. Provinsi paling ujung Indonesia ini, ternyata menawarkan banyak sekali kejutan dan keindahan alam, terlepas dari bencana alam yang terjadi pada tahun 2004 lalu.

Sejak sekolah, impianku menginjakkan kaki ke tanah Jawa. Ya, impianku bisa berkuliah di pulau Jawa, walaupun pada akhirnya aku terdampar di pulau Sumatera.

Banda Aceh, tidak familiar di kalangan warga pulau Kalimantan sepertiku. Biasanya, warga Kalimantan akan pergi merantau dan berlibur ke pulau Jawa.

Memasuki awal tahun 2015, aku sudah merencanakan akan berpetualang ke Banda Aceh dan Pulau Sabang. Urusan dengan siapa dan bagaimana nanti di sana, sama sekali belum aku rencanakan.

Bermodal nekat, membaca informasi dari travel blog dan sedikit mengelabui orang tua, untuk pergi ke Banda Aceh dengan tujuan studi hihi, jangan di tiru ya guys.

Okay, let’s go to the topic!

Persiapan Menuju Banda Aceh dan Pulau Sabang

1. Mencari Teman Traveling

Sebulan sebelum berangkat, aku sudah mencari partner traveling di situs couchsurfing.com. Pada saat itu, aku mem-posting di kolom event bahwa aku akan ke kota Banda Aceh dan Pulau Sabang pada tanggal 30 Mei hingga 2 Juni 2015.

Saat itu, aku membuat sebuah thread yang isinya “sedang mencari partner traveling wanita” dan “Available untuk bertemu sesama traveler di Banda Aceh.”

Tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan respon, sehari setelah postinganku di share. Aku, mendapatkan partner traveling wanita, dia berasal dari kota Medan.

Setelah berbalas pesan, kami berencana bertemu langsung saat keberangkatan nantinya.

2. Proses Pencarian Transportasi

Browsing dan menulis itinerary traveling adalah kesenanganku. Perjalanan kali ini aku sangat excited, karena bisa dibilang trip nekat pertama kali keluar dari provinsi Sumatera Utara.

Kota Medan menyediakan banyak sekali sarana transportasi menuju Banda Aceh. Mulai dari jalur darat seperti mobil sewa, mini bus, bus biasa, hingga bus double decker.  Pilihan transportasi lainnya adalah lewat jalur udara.

Transportasi yang aku pilih ialah, lewat jalur darat yaitu bus. Karena, menghemat budget dan ingin sekali merasakan pengalaman naik bus satu malaman, lintas Sumatera coy!

Bus dari Medan ke Banda Aceh antara lain, ada putra pelangi, kurnia, sanura, PMTOH, pusaka dan sempati star. Menurut ulasan yang aku baca di google, dari sekian banyak bus yang beroperasi, sempati star yang paling bagus pelayannya.

Pada tahun 2015, bus sempati star belum mengeluarkan versi double decker. Jadi, aku naik bus yang paling murah versi sempati star, yaitu kelas patas executive.

Walaupun murah, bus yang aku tumpangi sangat nyaman. Mereka menyediakan, bantal kecil, selimut dan air mineral gratis. Fasilitas di dalam bus juga cukup nyaman, full ac dan ada colokan buat ngecas hape.

“Ca, gimana cara pesan tiket bus di sempati star?”

“Hem, gampang kok. Caranya ca terangin di bawah ya”

Kita bisa datang langsung untuk membeli tiket atau lewat telepon. Pada tahun itu, penyedia jasa layanan pembeliaan tiket bus online belum ada.

Sekarang kita di mudahkan dengan layanan online untuk pembelian, dan pemesanan tiket bus dari Medan ke Banda Aceh.

Harga yang ditawarkan di tahun 2021 ini masih sama ya, yaitu Rp. 180.000 untuk kelas patas executive.

Alamat Pool Bus & Loket Sempati Star :

Telepon : 082210102596

3. Penyusunan Itinerary

Penyususnan itinerary Medan ke Aceh kali ini sangat sederhana. Aku berdiskusi dengan partner traveling ku untuk mencari penginapan on the spot saja.

Aku hanya menuliskan itinerary secara garis besar untuk perjalanan singkat ini. Berikut ini rencana itinerary singkat yang aku buat sebelum berangkat ke Aceh :

30 Mei 2015   :

22:00               : Medan ke Banda Aceh by Bus

31 Mei 2015   :

06:00               : Tiba di Banda Aceh
07:00 : Penyebrangan Banda Aceh menuju Sabang dengan Kapal Lambat
10:00 : Tiba di Pulau Sabang
12:00 – 18:00 : Explore pulau Sabang by motor

01 Juni 2015  :

08:00 – 15:00 : Explore pulau Sabang
16:00 : Penyebrangan Pulau Sabang menuju Banda Aceh dengan Kapal Lambat
18:00 : Tiba di Banda Aceh
19:00 – 21:00 : Bermalam di Banda Aceh & Meet Up with Traveler Banda Aceh

02 Juni 2015  :

09:00 – 18:00 : Explore kota Banda Aceh
21:00 : Pulang dari Banda Aceh ke kota Medan by Bus

03 Juni 2015  :

06:00               : Tiba di kota Medan
09:00 : Sampai di kosan by becak motor

Itinerary Medan ke Banda Aceh dan pulau Sabang yang aku buat adalah estimasi dan rencana. Kamu bisa ikutin itinerary nya secara garis besar. Kamu cocokin sama waktu transportasi apa yang kamu gunakan serta jadwal kapal, dan bus yang terbaru.

4. Perlengkapan Yang di Bawa

Sebelum berangkat, aku sudah pasti mempersiapkan segalanya. Apa aja sih yang bakalan aku bawa dari Medan ke Banda Aceh dan Pulau Sabang?

Sebelumnya, aku udah riset pakaian apa aja yang cocok digunain selama di Banda Aceh dan pulau Sabang. Pakaian yang aku bawa juga ga banyak macam, hanya pakaian sederhana aja.

Berikut ini adalah list pakaian yang aku buat sebelum keberangkatan :

  • Baju kaos lengan pendek 2 lembar (untuk di pantai dan untuk nyemplung di laut),
  • Baju kaos lengan panjang 1 lembar (untuk pulang dan selama explore Aceh),
  • Kardigan 1 lembar (untuk di pantai Sabang),
  • Jaket parasut (untuk pergi dan pulang di bus),
  • Celana legging 1 (untuk main dan mandi di pantai Sabang),
  • Celana jeans 1 (dipake selama pulang pergi, dan explore Aceh),
  • Baju tidur 1 pasang,
  • Celana pendek (untuk berenang) ya, waktu itu belum hijrah guys huhu,
  • Pakaian dalam (rahasia) hehe, di sesuaikan aja ya bun sama kebutuhan masing-masing.

Nah, pakaian yang aku bawa seadanya aja kan? Jadi, kamu bisa sesuaikan dengan kebutuhan sendiri ya.

Sesuaikan berapa lama perjalanan selama di Aceh dan ke mana aja tujuan kamu selama di Aceh. Sangat minimalis ya pakaian yang aku bawa? Ya, nama nya juga backpacker bun hihi

Setelah pakaian, tentunya aku juga membawa perlengkapan mandi. Perlengkapan mandi yang aku bawa ya standar backpacker pada umumnya ya. Tentunya, aku tidak membawa lulur, bath bomb dan perlengkapan mandi yang ribet lainnya.

Ya kan ceritanya mau backpacking bun, bukan nginep di hotel binang lima yang ada bath tub nye haha. Aku hanya membawa yang sangat penting, yaitu :

  • Sabun cair botol kecil
  • Odol kecil
  • Sikat gigi
  • Shampoo sachetan
  • Body Lotion kecil
  • Sun Block kecil
  • Handuk kecil

Pokoknya semua yang aku bawa serba mini dan kecil dalam bentuk travel size. Biar muat di backpack aku yang kecil.

4 Persiapan Backpackeran dari Medan ke Aceh
Backpack Medan ke Aceh

Untuk yang males ribet beberes, kamu bisa beli segala perlengkapan mandi ini di kota tujuan aja, selagi masih di Indonesia. Inshaa Allah produk nya mah sama aja ya kan.

Selain pakaian, perlengkapan mandi, apalagi sih yang harus banget di bawa?

Peralatan SOLAT jangan lupa ya! Karena, di manapun kita menjelajah, Allah gaboleh dilupakan.

Untuk persiapan backpackeran dari Medan ke Aceh cukup sekian, kalau ada penambahan dari kalian yang mau berangkat ke Aceh, silahkan tulis di kolom komentar ya.

Pengalaman Pertama Backpackeran dari Medan ke Banda Aceh dan Pulau Sabang – Part 1

Selamat Membaca! 🙂

– WS –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here