Siapa disini yang senang naik kereta api? Ayo ngacung! Yes berarti kita samaan geng!

Ya, naik kereta api adalah salah satu wishlist aku dari kecil, dan baru terwujud pas udah segede gini. Maklum, Kalimantan tidak memiliki jalur kereta api. Pengalaman naik sleeper train adalah kali pertama untuk aku, karena pengalaman naik kereta pertama kali yaitu di Medan menuju Kisaran, Sumatera Utara, Indonesia kelas biasa dan rute pendek.

Nah, kali ini aku super excited banget begitu tahu ada sleeper train alias kereta yang malam nya di sulap jadi kasur itu di Thailand! OMG langsung ga sabar banget mau coba karena sebelumnya ke Bangkok selalu terbang dan sekarang ga ada salah nya kan mencoba sesuatu yang baru? Ini dia cerita nya..

Berawal dari mau nonton konser coldplay di Bangkok dadakan dan penerbangan Medan – Bangkok atau Malaysia – Bangkok udah sold out, maka terjadilah pengalaman naik sleeper train ini. Syukur Allhamdulillah bermula dari penerbangan Medan – Penang kemudian melanjutkan perjalanan Penang – Hat Yai lalu kemudian Hat Yai menuju Bangkok menggunakan sleeper train, sungguh overland yang menyenangkan!

Pukul delapan pagi penerbangan dari Medan tiba di Penang, kemudian kami menggunakan bus dari bandara Penang ke komtar, rapid bus nomor 401E dengan tarif RM 2.70 = Rp. 9.200 dengan waktu perjalanan kurang lebih dua jam dikarenakan rapid berhenti di setiap halte bus untuk menaik dan menurunkan penumpang. Setibanya kami di terminal bus komtar kami melanjutkan mencari tiket mini van menuju kota Hat Yai, Thailand. Setelah mencari beberapa travel company dan kami mendapatkan tiket termurah dan paling cepat berangkat siang itu menuju kota Hat Yai mini van Penang – Hat Yai tarif 35 RM = Rp. 120.000, setelah membeli tiket kami sempat membeli bekalan nasi lemak seharga dua ringgit satu bungkus, biskuat dua ringgit dan air mineral dua ringgit untuk di perjalanan.

Sleeper Train
Perjalanan di dalam mini van Penang ke Hat Yai

Dalam waktu empat jam kami tiba di kota Hat Yai, Thailand pukul dua siang waktu Thailand dan minta di antar oleh supir van nya langsung ke stasiun kereta api Hat Yai atau yang dikenal dengan Haddyai Junction. Setibanya di Haddyai Junction kami langsung bergegas menuju kaunter pembelian tiket menuju kota Bangkok, takut dong ga kebagian tiket soalnya sampai di kota Hat Yai sudah siang banget. Niat kami saat itu ingin membeli tiket kelas ekonomi tetapi semua sold out di hari itu dan yang tersisa hanya tiket kelas sleeper train.

Sleeper Train
Pose di Haddyai Junciton

Dengan sigap dan komunikasi yang agak susah antara kami dan penjaga kaunter tiket akhirnya kebeli juga tiket kereta api kelas sleeper train, upper berth yang artinya nanti tempat tidur kita di atas. Di banding dengan lower berth, upper berth ternyata lebih murah, mungkin karena ukuran tempat tidur di atas lebih kecil dan agak susah naik nya kali ya. Tapi aku pribadi jika berpergian solo travel lebih aman memilih yang upper berth karena jika dapat yang lower berth kita tidak tahu siapa teman kita disebelah, nasib baik jika perempuan jika lelaki kan serem coy.

Untuk cek jadwal keberangkatan kereta dan kelas apa saja yang bisa kita pesan bisa langsung di website resmi milik pemerintah Thailand disini di situs ini lengkap loh, semua jalur kereta api dari selatan ke utara lengkap beserta harga dan jam keberangkatannya. Selamat hunting tiket kereta api Thailand geng! 😊

Sleeper Train
Tiket kereta dari Hat Yai ke Bangkok

Harga tiket kereta kelas upper berth tahun 2017 adalah 855 Bath = Rp. 398.000 . Untuk update harga terbaru silahkan cek website yang sudah aku jabarkan di atas ya.

Sleeper Train
Kereta Hat Yai – Bangkok

Setelah membeli tiket kereta kami masih memiliki waktu sekitar dua hingga tiga jam sebelum kereta berangkat menuju Bangkok, dengan berbekal keberanian dan maps offline kami meilipir ke depan Haddyai Junction untuk mencari makan karena perut kami sudah keroncongan geng, cuma makan nasi lemak yang di beli di komtar itu porsi kecil banget bisa di bilang seperti nasi kucing di Jogja 🙂


Setelah mencari beberapa warung makan, akhirnya kami memilih sebuah warung makan yang cukup bersih dan halal pasti nya, karena di Thailand selatan khusus nya di kota Hat Yai masih banyak penduduk muslim yang bermukim. Untuk order makanan gausah sok sok an ngeliat menu deh ambyaaar mata percuma geng isi nya tulisan cacing semua wahaha kalau ingat ini rasanya ingin tertawa sendiri, lalu kami cuma bilang ‘chicken’ dan tiba lah nasi dan ayam kari yang tak sempat di foto karena kelaparan, untuk harga kami pun lupa berapa pasti nya tapi gak mahal kok mungkin sekitar lima belas ribu rupiah satu porsi nasi ayam.

Allhamdulillah kenyang geng, masih ada waktu lagi buat keliling kota Hat Yai dan kami memutuskan untuk berjalan kaki mengikuti peta offline yang kami download, kami berjalan melewati beberapa lorong jalan dan sampai lah di salah satu pusat perbelanjaan Robinson seperti Ramayana kalau di Indonesia, tapi karena tidak menarik kami memilih keluar dan malah tertarik dengan pedagang buah di depan mall tersebut, segar bukan main dengan cuaca Thailand yang lagi puanas pollll, kami membeli dua buah pepaya dan dua buah semangka. Sambil makan buah tadi kami berjalan lagi ke pusat kota nya di sekitar Lee Gardens Plaza, di sini kami memutuskan untuk membeli sim card Thailand agar memudahkan kami untuk akses internet dan sekalian update tentu nya hehe, untuk membeli sim card Thailand kita harus ke latai bawah plaza di situ banyak sekali penjual handphone, sim card Thailand sampai tongkat selfie pun ada, kami memutuskan membeli satu sim card dan sharing menggunakan hotspot agar hemat geng.

Sim card Thailand sudah di tangan, dengan harga kurang lebih seratus ribu rupiah dan lupa berapa Bath, untuk pemakaian aktif satu minggu dengan data unlimited. Karena smartphone kami berdua sudah hampir mati, kami memutuskan melipir ke McDonald’s untuk charging handphone dan numpang wifi gratis hehe, di McDonald’s Lee Gardens Plaza Hat Yai, Thailand kami hanya membeli dua ice cream seharga 10 Bath = Rp. 4.500 ya geng, selo aja geng itu jurus ampuh di negara manapun melipir lah ke fast food atau coffeshop terdekat brand apapun untuk log in wifi gratis! Trus me it works 😀

Sleeper Train
Gambaran rute perjalanan di kota Hat Yai, Thailand
Sleeper Train
Potret kota Hat Yai

Selesai perjalanan singkat kami di kota Hat Yai kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali menuju stasiun kereta api Hat Yai, Haddyai Junction dan kami langsung menuju lorong untuk menunggu kereta tiba, stasiun kereta api Hat Yai ini mengingat kan aku dengan stasiun kereta api di Indonesia jaman dulu sebelum di larang berjualan, masih ada orang berjualan dengan tertib dan rapih di sini.

Sleeper Train
Potret di dalam stasiun kereta Hat Yai, Thailand

Tepat pukul enam sore kereta tiba dan kami bersiap untuk naik ke kereta, sudah sangat tidak sabar geng untuk merasakan pengalaman pertama naik kereta kelas sleeper train yang cukup terkenal di kalangan traveler pecinta overland di seluruh dunia. Kami naik dan mencoba bertanya di mana posisi tempat duduk kami kepada petugas karena kami kewalahan mencari sendiri dikarenakan tulisan cacing yang tak dapat kami mengerti haha. Jadi jangan malu bertanya ya, nanti sesat dijalan.

Sleeper Train
Let’s go naik kereta api tut..tut..tut..

Kesa pertamaku setibanya sampai di tempat duduk adalah wow kenapa wow sih? Ya, bersih banget geng asli bersih buanget, rapih ditambah wangi dan yang buat betah nya mereka menyedikan meja juga di antara dua kursi yang berhadapan, surga banget ga tuh untuk travel-blogger, worker buat kerja, yang hobi baca atau sekedar ngegambar dan makan juga jadi nyaman banget kan, pokok nya kesan pertama wow dan wah lah. Kenapa aku se lebay itu karena emang sepengalaman aku naik kereta api di Indonesia dari kelas ekonomi sampai yang bisnis pun tidak ada disediakan meja. Kalau kita mau ada meja harus ke kantin yang disediakan oleh kereta api, dan yang perlu kamu tahu pemerintah Thailand tidak melarang rakyat nya untuk berjualan di kereta api dari mulai kelas ekonomi sampai kelas yang paling bagus pun asal tertib dan rapih serta tidak membuang sampah sembarangan geng. Salut ya, jadi keinget pedagang di kereta api Indonesia yang sudah dilarang berjualan pasti sedih huhu. Tapi kita doa kan yang terbaik aja ya geng, semoga yang di larang jualan di kereta api mendapat kan pengganti rezeki baru.

Dalam perjalanan tak banyak yang kami lakukan, hanya berkabar dengan orang tua dan Allhamdulillah nya di kereta tersebut juga dilengkapi dengan colokan, kebetulan colokan listrik atau plug in Indonesia sama dengan plug in Thailand. Waktu demi waktu kami gunakan untuk bercerita dan melihat matahari yang mulai terbenam di jendela kereta.

Sleeper Train
Potret di dalam kereta
Sleeper Train
Potret di dalam kereta

Sekitar pukul sembilan malam datang lah petugas kereta untuk menyulap kursi kami menjadi tempat tidur, bimsalabim foilaaa aku takjub geng takjub banget karena baru pertama kali ngeliat beginian haha norak banget ye, tapi emang cerdik banget dan mereka ngelakuin semua nya dengan cepat karena mungkin sudah terbiasa kali ya. Selama proses pengerjaan kami cuma diam dan lagi – lagi wow.

Sleeper Train
Petugas menyulap kursi menjadi Kasur dengan cepat
Sleeper Train
Suasana kereta setelah kursi dirubah menjadi Kasur

Setelah petugas merubah kursi kami menjadi tempat tidur, kami menempati tempat tidur kami masing – masing dan ya kami di atas, di kereta di sediakan akses tangga kecil untuk naik seperti tempat tidur tingkat geng, tirai untuk ditutup ketika kita tidur dan dua belt untuk jaga – jaga kita ga jatuh kalau tidur nya rusuh ya geng haha. Pendingin udara dinyalakan semakin dingin dan kami bersiap untuk tidur, kesan pertama aku waktu mencoba tidur dan menutup mata adalah dingin banget geng dan sensasi goyang-goyang bunyi kereta jug gijag gijug nya bikin ingin lagi dan senyum sendiri kalau mengingat semua memori waktu itu. Apa yang bisa aku jelaskan dalam satu kata untuk semua yang aku rasakan adalah sangat senang dan tidak kecewa sedikit pun. Walau pun dingin kebangetan, mereka menyediakan selimut lembut dan harum ala hotel dan masih terbungkus rapih plastik laundry. Tidur ku malam itu nyenyak banget sampai tak sadar ketika petugas membangunkan untuk menyulap kembali tempat tidur tadi menjadi kursi.

Sleeper Train
Upper berth sleeper train Thailand

Bangun tidur ku terus mandi, eh engga deng di kereta gabisa mandi geng. Toilet yang di sedia kan cukup kecil jadi kita hanya bisa mencuci muka, buang air kecil, besar dan lainnya. Setelah petugas tadi menyulap kasur nyaman menjadi kursi lagi aku menghabiskan waktu untuk membersihkan muka, menyikat gigi dan lainnya. Tapi ada satu pengalaman cerita yang paling menyenangkan di pagi itu sebelum kereta sampai di Bangkok.

Seorang anak kecil datang menghampiri aku yang sedang bedakan, dia mencoba bicara dan ngajak main, kebetulan aku sangat suka dengan anak – anak. Aku coba komunikasi dengan ibu nya tapi sayang ibu nya juga tidak bisa berbahasa Inggris, jadi kami hanya melempar senyum dan beberapa jam bermain dengan anak kecil yang sampai sekarang aku tidak tahu nama nya itu. Itu lah kenapa aku selalu suka tentang sebuah perjalanan, ketemu orang asing adalah kebahagiaan tersendiri untukku. Banyak cerita baru, ketemu orang baru dan banyak hal lain yang dapat kita pelajari dari bertemu dengan orang baru.

Sleeper Train
Anak kecil yang aku certain geng, abis dibedakins mama nya, lucu ya? 😀
Sleeper Train
Aku ngikutin gaya bedakan dia trus dia gaberhenti ngakak ^.^

Selama di kereta perjalanan malam tidak begitu banyak orang yang berjualan, hanya beberapa di waktu pagi dan di antara orang yang berjualan aku tertarik sama satu makanan yang tidak aku tahu nama nya tapi seperti salad dengan saus dan telur. Kelihatan nya enak tapi begitu di makan lidah ku merasa aneh geng, mungkin karena gak terbiasa kali ya.

Sleeper Train
Beli makanan di kereta

Pukul sepuluh pagi lewat sepuluh tepat kami tiba di stasiun kereta Bangkok yaitu Hua Lamphong. Sesampai nya kami di sana kami tidak langsung menuju tempat tujuan tetapi kami bergegas membeli tiket kereta untuk kembali dua hari kemudian ke kota Hat Yai. Ide nekat kembali muncul ingin merasakan kembali kereta api kelas ekonomi ala Thailand dengan rute Bangkok – Hat Yai selama 16 jam. Huaaaaaaaaa lain deh cerita nya dari cerita perjalanan kali ini. Pengalaman naik kereta ekonomi beberapa kali di Thailand, cerita tentang Bangkok dan stasiun Hua Lamphong akan aku ceritakan di cerita selanjutnya ya geng! Ditunggu ya, hatur nuhun pisan 😀

Tips tipis dari aku adalah banyakin bawa bekal cemilan dan beli minum untuk persediaan di tas ya, selama di kereta usahakan malam nya tidur aja jadi setiba nya di Bangkok atau Hat Yai sudah segar lagi. Jangan sungkan untuk bertanya jika tidak tahu tentang apa pun, jaga diri dan kesehatan dan yang paling penting tetap selalu berdoa agar Allah melindungi kita dalam perjalanan.

Segitu dulu cerita pengalaman naik sleeper train di Thailand ya geng, semoga aku, kamu da kita semua bisa berkesempatan mencoba naik sleeper train negara lain di seluruh dunia, di Aamiin kan yuk geng? Aamiin…hihi terima kasih untuk Aamiin nya. Kita ketemu di cerita perjalanan berikut nya ya. Jika ada pertanyaan tentang hal lain yang tidak aku jelaskan disini bisa tulis di kolom komentar ya, nanti akan aku balas dengan senang hati 😊

Ciao!
-WS-

2 COMMENTS

  1. Kereta ini kelihatannya lebih bagus daripada kereta api senandung sutera dari Johor ke Kuala Lumpur 4 tahun lalu. Di sana ga ada yang jualan makanan.

    • Wah really? Aku belum pernah sih naik kereta dari Johor ke KL boleh dicoba kayanya 😀 memang kereta di Bangkok mau yang mahal yang murah juga ada yang jualan walaupun jualan nya tertib tetep kegaggu aja karena ribut hihi btw makasih ya atas sharingnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here