Angkos Pass

Angkor Wat
Tiket Masuk Angkor World Heritage

Harga tiket masuk ke Angkor Wat Kompleks seharga 20$ USD for one day pass di tahun 2015, setelah aku tanya teman yang baru saja ke sana awal tahun 2020 kemarin one day pass Angkor Wat Kompleks sudah 37$ USD. Ya emang mahal guys dibanding harga tiket Borobudur yang cuma Rp. 20.000, tapi gapapa untuk sekali seumur hidup. Pembayaran tiket masuk bisa menggunakan credit card, debit visa, jenius card dan cash. Jika tidak ada card, kita bisa bayar cash dengan USD, Cambodian Riel, Euro and Thai Bath, tapi dengan uang apapun yang di bayar kembalian tetap dalam bentuk Cambodian Riel.
Setelah mengambil tiket masing-masing kami bergegas naik lagi ke tuk-tuk untuk melanjutkan perjalanan yang sudah aku tunggu-tunggu sejak lama, mengelilingi salah satu keajaiban dunia ini.

Pemberhentian pertama kami di pelataran candi utama Angkor Wat yang di ciptakan oleh Allah kolam alami besar seperti danau di depan candi. Cahaya matahari terbit dari belakang candi memantulkan sinar terhadap candi dengan pantulan siluet candi di kolam menambah cantik pemandangan indah di depan mata, aku terdiam mengucap syukur bisa melihat pemandangan indah seperti ini, alih-alih ingat untuk berfoto, aku dikejutkan Alwi karena terlalu lama melamun aku bergegas mengambil kamera pocket untuk mengabadikan beberapa saja.

Angkor Wat
Sunrise Angkor Wat
Angkor Wat
Hello Angkor

Menyaksikan matahari terbit dari balik candi bukanlah hal biasa dan ternyata inilah saat yang ditunggu-tunggu wisatawan terutama pecinta photography. Di saat seperti ini wisatawan lumayan ramai dengan kamera lengkap beserta tripod nya, ada juga yang mengambil time lapse matahari terbitnya untuk kebutuhan video hihi. Jika ingin mendapatkan foto bagus di sini, silahkan datang lebih pagi lagi mungkin di pukul 4 pagi, sediakan alat foto yang proper untuk memotret.

Angkor Wat
First Selfie in Angkor Wat

Kawasan Angkor World Heritage ini memang sangat besar dan luas, jadi tidak akan sempat dalam satu hari untuk mendatangi semua candi. Kami pasrahkan dan percayakan perjalanan kali ini semua kepada supir tuk-tuk yang membawa kami satu hari ini, kami bukan mau meneliti satu kompleks Angkor Wat jadi rasanya trip satu hari ini akan cukup untuk mendatangi candi-candi yang bersejarah di Angkor Wat.

Candi selanjutnya yaitu Bayon Temple yang terkenal dengan ukiran wajah. Bayon adalah salah satu candi di dalam kompleks Angkor wat yang dibangun pada akhir abad ke-12 hingga awal abad ke-13 oleh Raja Jayawarman VII. Candi ini dibangun sebagai representasi Gunung Meru, yaitu pusat alam semesta dalam kosmologi Buddha dan Hindu. Tidak seperti candi lainnya, Bayon tidak dikelilingi danau dan tembok dengan pintu gapura sebagai pertahanan. Uniknya candi Bayon ini terdapat banyak menara-menara candi yang berbentuk wajah misterius menghadap ke empat arah mata angin.

Angkor Wat
Bayon Temple
Angkor Wat
Bayon and Me
Angkor Wat
Megah nya Bayon Temple yang di Pagari Angkor Thom

Setelah puas menjelejahi isi Angkor Wat, Angkor Thom dan Bayon, kami melanjutkan perjalanan ketempat berikutnya dengan hanya berjalan kaki berbekal peta yang kami ambil dari tourism centre.

Kami menuju sebuah bangunan unik yang diberi nama The Terrace of Elephants, karena banyak ukiran patung berbentuk gajah. Bangunan kuno berbentuk panggung dan teras dengan Panjang sekitar 350 meter ini konon dulunya digunakan sebagai tempat untuk menyaksikan upacara rakyat, atau tempat bagi raja memberikan arahan bagi rakyatnya. Teras dengan tinggi sekitar 3 meter ini memiliki lima buah tangga yang di setiap sisi tangganya dihiasi oleh ukiran patung gajah, dan di bagian atasnya terdapat sebuah patung singa, dan yang lebih indah adalah di dinding teras dihiasi relief cantik yang bercerita tentang keadaan masa lampau.

Angkor Wat
Gajah di Depan Terrace of Elephants
Angkor Wat
The Terrace

Di depan Terrace of Elephants terdapat sebah rest area atau kedai-kedai yang banyak menjual makanan dan minuman serta souvenir, karena kami menghemat budget melihat menu makanannya saja sudah seharga tiket masuk kompleks Angkor Wat, kami hanya membeli air mineral dingin dan es teh lemon keduanya seharga 3$ USD, dengan cuaca Cambodia yang puanassee polllll puanas banget. Kami istirahat sejenak sembari menunggu supir tuk-tuk kami yang ternyata menunggu di sana. Tak lama setelahnya Laura dan Thibaud juga sudah menunggu di atas tuk-tuk menandakan muka yang sudah lelah haha.

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke candi berikutnya melewati jalan aspal yang mulus banget, sepi dan rimbunnya hutan di kanan kiri menambah hangat suasana pada waktu itu, melepas penat kami tertawa sesekali jika berjumpa dengan tuk-tuk wisatawan lain yang berlawanan arah.

Di tengah perjalanan supir tuk-tuk memberhentikan kami dan meminta kami turun, kami di ajak mampir ke salah satu candi yang tidak begitu populer tapi tidak rugi jika dikunjungi. Candi ini terletak persis di tepi jalan, candi nya kecil tetapi tetap menyimpan banyak sekali cerita di dalamnya, aku sempat bermain ayunan sebentar di sana ayunan dari akar pohon haha.

Angkor Wat
Selfie with Cambodian

Ada kejadian unik di candi kecil ini, ada beberapa anak kecil yang fasih berbahasa inggris seperti telah terlatih, menawarkan gelang handmade kepada kami dengan alasan dia membantu perekonomian keluarganya, jadilah kami membeli satu gelang seharga 1$. Indahnya berbagi 🙂

Setelah puas bercengkrama dengan warga lokal di candi kecil tadi dan asik berfoto, kami melanjutkan perjalanan ke candi berikutnya, dan ini adalah candi terakhir yang sangat terkenal. Untuk yang pernah menonton film Tomb Raider dan penggemar berat Angelina Jolie pasti pernah ngeliat scene di sebuah candi di sini namanya, Wat Ta Phrom. Dari tempat kami turun tuk-tuk kita harus jalan ke dalam sekitar 300 meter di dalam hutan untuk mencapat Ta Phrom, dan supir tuk-tuk akan menunggu di pintu keluar yang berbeda dari pintu masuk tadi.

Angkor Wat
Wat Ta Prohm
Angkor Wat
Lost in Ta Prohm
Angkor Wat
Temple Ruins
Angkor Wat
The Root
Angkor Wat
Unsafe Area

Wat Ta Prohm ini sebetulnya keren bukan karena dijadikan tempat shooting film saja, tetapi karena keindahan candi ini lah sehingga digunakan sebagai lokasi shooting film tersebut. Candi yang megah, dengan aura spooky yang bikin merinding, dikelilingi pohon-pohon yang mungkin saja sudah berusia ratusan tahun dengan akar-akar yang tumbuh di atas candi mengikat sampai ke tanah.

Aku sangat takjub melihat keindahan alam bercampur sejarah ini, candi-candi tua yang sudah runtuh seolah menceritakan kisah jaman dahulu. Konon, ketika kompleks Angkor ini ditemukan semua candi ditemukan dalam keadaan rusak berat, hancur dan beberapa porak-poranda, tertutup tanah, ditumbuhi rerumputan dan pepohonan. Sebagian pohon telah ditebang untuk alasan konservasi bangunan candi. Bangunan yang tadinya berpotensi membahayakan dan semakin rusak juga telah diperbaiki oleh pemerintah, sehingga Wat Ta Prohm ini semakin kelihatan indah.

Setelah takjub dan bersantai menikmati sejarah Wat Ta Phrom tadi, hari semakin sore kami melanjutkan perjalanan yang kata abang supir tuk-tuk kami ingin mengajak kami ke tempat melihat sunset, ini adalah trip gratis dari sang supir, tanpa pikir panjang kami pun mengiyakan dan tancap gaaaaaas bang!

Setelah melewati perjalanan lumayan jauh dari Kompleks Angkor Wat tibalah kami di suatu kampung antah berantah dan aku sempat pesimis ini di mana katanya mau lihat sunset kok dibawa ke sawah-sawah, pada saat kami datang matahari belum menunjukan ingin terbenam sehingga belum terlihat keindahan tadi. Setelah menunggu beberapa menit dan ngobrol ngalur ngidul dengan Laura dan Thibaud matahari mulai memperlihatkan keindahan cahaya nya, mulai terbenam perlahan, aku lagi-lagi takjub melihat matahari terbenam begitu bersihnya, biasa aku melihat matahari terbenam di tepi pantai atau sungai, kali ini di tepian sawah dengan angin sepoi-sepoi, sangat romantis. Aku tertegun lagi-lagi mengucap syukur kepada Allah karena telah memberi kesempatan melihat matahari terbenam di negara bagian lain.

Angkor Wat
Rice Field
Angkor Wat
The Sunset
Angkor Wat
Mr. Sun
Angkor Wat
Thibaud & Alwi

Perjalanan hari itu sangat melelahkan tapi menyenangkan, bertemu teman baru dan mengukir cerita baru di negara baru. Tidak aku sesali bangun di subuh hari untuk perjalanan menyusuri candi-candi indah di kawasan Angkor Wat selama 12 jam perjalanan, badan begitu lelah tetapi harus menyusun rencana lagi dan mencari transportasi untuk kembali ke Bangkok besok pagi dan syukurlah lagi-lagi supir tuk-tuk kami berbaik hati memberikan tiket bus seharga 26$/2 orang. Karena kami sudah terlalu lelah kami mengiyakan saja tawarannya dan ke esokan harinya benar saja on time mobil van menjemput kami untuk naik ke dalam bus menuju Bangkok. Awalnya rencana kami melanjutkan perjalanan menuju Ho Chi Minh City, Vietnam, tetapi karena bekal uang saku kami semakin menipis aku memutuskan untuk kembali ke Bangkok.

Angkor Wat
Casino Building in Cambodia
Angkor Wat
Indomie Everywhere
Angkor Wat
Pom Bensin di Cambodia
Angkor Wat
Antrian Menuju Bus Bangkok
Angkor Wat
Bangkok Here We Go

Cerita perjalanan aku dan teman-temanku satu hari menjelajahi Angkor Wat ini adalah perjalanan dan pengalaman terbaik yang tak akan pernah aku lupakan. Aku berencana akan kembali ke Cambodia dan mengunjungi kota Phnom Penh dan mantai di Saracen Bay Koh Rong Samloem, Inshaa Allah. Sekian cerita dari aku, kita ketemu di cerita-cerita berikutnya ya. Ciao!

Nih ada Tips untuk kamu yang akan merencanakan pergi ke Angkor Wat setelah pandemi ini berakhir : baca di sini ya!

-WS-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here